Pendaftaran calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) tahun 2008 di jajaran Pemerintah Provinsi Jabar dan kota/kabupaten se-Jabar diumumkan secara serentak.

Untuk Formasi dari Umum, Pelaksanaan pendaftaran dan testing dilakukan secara serentak baik untuk pelamar cpns di Pemprov maupun di kota/kabupaten, Pendaftaran dilakukan pada 12-24 November 2008 dan testing dilakukan pada 7 Desember 2008.

Rekrutmen CPNSD di lingkungan Pemprov Jabar dan kabupaten/kota se-Jabar itu dikerjasamakan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kerja sama itu meliputi pengadaan naskah soal, jawaban, dan pemeriksaan ujian CPNSD. Ini dilakukan agar rekrutmen CPNSD di Jabar tahun 2008 ini dapat berjalan objektif tanpa ada upaya KKN dan diharapkan melahirkan CPNSD yang bebas KKN.

Kota Tasikmalaya mendapat jatah 310 orang, terdiri dari 202 tenaga guru, 87 tenaga  kesehatan, 18 tenaga akuntansi, tiga tenaga jurnalis. Asda III Pemkot Tasikmalaya, H Achdiat, melalui Kasubag Humas, Saefudin, mengatakan, pelamar harus mewaspadai orang-orang yang mengaku bisa meluluskan menjadi CPNS.

“Jangan tergiur obral janji para calo. Sudah banyak bukti tergiur calo malah menderita kerugian materi tidak sedikit,” katanya. Ia mengimbau sebaiknya pelamar menyiapkan persyaratan dengan lengkap. Di antaranya ijazah terakhir, surat keterangan dokter asli, kartu kuning dilegalisir, pas foto 3×4 tiga buah.

Kepala Bagian Kepegawaian dan Diklat Daerah Sumedang memperkirakan yang ikut tes adalah peserta dari Sumedang saja. “Sebab, di daerah lainnya di Jabar juga dilakukan tes penerimaan secara serentak,” katanya.

Pengumuman penerimaan CPNSD dikeluarkan karena surat dari Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara telah turun dan diterima tiap pemerintahan secara serempak se-Jawa Barat, Selasa (12/11) hari ini.

Kepala Kantor Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Asep Ilyas, mengatakan, BKN dan Menpan hanya menyetujui kuota CPNS KBB sejumlah 476, yang terbagi ke dalam 301 orang untuk tenaga pendidikan, 101 orang tenaga kesehatan, dan 74 orang tenaga teknis. Tidak ada pengangkatan tenaga honorer karena Kabupaten Bandung Barat baru berdiri.

Walikota Cimahi Ir HM Itoc Tohija MM mengatakan, Kota Cimahi memerlukan 240 tenaga pegawai negeri sipil baru yang sudah diajukan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN).

Menurut Itoc, pihaknya akan mengevaluasi kebutuhan spesifik tenaga CPNSD. Cimahi saat ini merupakan kota jasa yang minim sekali dengan sumber daya alam dan luas wilayah yang sangat kecil.

“Kami memerlukan 240 tenaga pegawai negeri sipil baru yang sesuai dengan karakateristik Kota Cimahi. Sudah kami ajukan ke Menpan, tapi kami masih menunggu keputusannya,” ucap Itoc.

Kota Bandung mendapat jatah 998 CPNS, terdiri dari 378 tenaga pelamar umum dan 620 pengangkatan tenaga honorer. Kepala Bidang Desiminasi dan Informasi Pemkot Bandung Agus Slamet mengatakan, menurut hasil rapat panitia pengadaan CPNS, rincian formasi CPNS Kota Bandung total 378 untuk tenaga guru dari pelamar umum 255 orang terbagi untuk guru SD 114 orang, SMP 19 orang, SMA 10 orang, dan SMK 112 orang. Untuk tenaga kesehatan dibutuhkan 95 orang dan tenaga teknis 28 orang.

Lamaran dari pelamar umum dikirimkan ke PO Box Plus 198 Pemkot Kota Bandung dan syarat-syarat secara rinci bisa dilihat di Pemkot Bandung, Jalan Wastukancana. “Lamaran sudah bisa dikirim mulai 15 November, syarat utama tidak menerima lulusan SMA karena yang diterima lulusan S2, S1, dan D2,” ujar Agus.

Agus mengatakan, dari jatah 378 untuk CPNS umum, tiga orang di antaranya untuk penyandang cacat, tetapi bukan untuk tunanetra. 

YANG DIBUTUHKAN
* Pemprov Jabar: 130 pelamar umum (79 tenaga kesehatan, 33 tenaga teknis, 2 tenaga manajemen SDM dan manajemen lingkungan, dan 18 tenaga jalur prestasi atlet dan pelatih)
* Kabupaten Ciamis: 377 orang (254 guru, 75 orang tenaga kesehatan, dan 48 orang tenaga teknis). Perincian untuk guru adalah guru SMA 18 orang, guru SMK 15 orang, guru SMP 24 orang, dan guru SD 197 orang. Pendaftaran 14-24 November. Surat lamaran dikirim ke Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Ciamis, PO Box 2008 Ciamis 46211.
* Kota Tasikmalaya: 359 orang (323 tenaga guru, 87 tenaga kesehatan, 40 tenaga teknis dan administrasi)
* Kabupaten Bandung Barat: 476 orang (301 tenaga pendidikan, 101 tenaga kesehatan, 74 tenaga teknis)
* Kabupaten Sumedang: 334 orang (235 tenaga pendidikan, 55 tenaga kesehatan, dan 48 tenaga teknis)

sumber : tribun jabar