Israel serang armada bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina (Republika)

Pasukan Israel menyerang armada kapal bantuan kemanusiaan bagi penduduk Palestina di Gaza. Menurut sebuah lembaga bantuan Turki yang dikutip oleh media Turki, setidaknya 16 orang tewas dan lebih dari 30 orang cedera akibat serangan itu.

Laporan yang disiarkan Senin pagi (31/5) menayangkan cuplikan gambar dari armada kapal Marmara Mavi. Gambar itu menunjukkan tentara Israel bersenjata menggunakan kapal dan helikopter yang terbang di atas kapal tersebut.

Sebelumnya, Angkatan Laut Israel telah menghubungi kapten Marmara Mavi, meminta untuk mengidentifikasi dirinya dan mengatakan di mana kapal itu pergi. Tak lama setelah itu, dua kapal angkatan laut Israel telah mengapit armada bantuan kemanusiaan itu dari kedua sisinya.

Kapal-kapal bantuan itu kemudian berusaha mengubah rute pelayaran untuk menghindari konfrontasi pada malam hari. Mereka juga mengeluarkan semua jaket penyelamat kehidupan dan meminta mereka untuk tetap di bawah dek.

Israel tak cuma menggertak. Pasukan komandonya betul-betul menyerbu konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang terjepit di jalur Gaza, menyebabkan lebih dari 16 orang terbunuh.

Personel militer Israel naik ke kapal semalam, dan terlibat bentrok dengan demonstran di kapal. Insiden terjadi perairan internasional, 64 km di laut lepas. Demikian situs BBC melaporkan.

Diungkapkan, konvoi kapal membawa 10.000 bantuan untuk mencoba menerobos blokade tentara Israel. Sekitar 600 orang dari berbagai negara ikut dalam konvoi laut, termasuk 12 orang relawan dan wartawan dari Indonesia.

Lembaga bantuan kemanusiaan dari Indonesia, Mer-C, sampai kini masih belum bisa menghubungi lima anggota relawannya yang ikut misi kemanusian bersama kapal bernama Mavi Marmara itu.

Israel mengatakan ketika serdadunya naik ke kapal, mereka diserang oleh aktivis dengan pisau, dan salah satu dari aktivis merebut senjata seorang serdadu. ”Orang-orang di kapal itu sangat, sangat keras terhadap tentara,” kata jurubicara militer Israel Letnan Kolonel Avital Leibovich seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Panitia konvoi bantuan mengatakan sedikitnya 30 orang terluka dalam insiden ini. Israel mengatakan empat opsir terluka.

Audrey Bomse, jurubicara Free Gaza Movement, yang menjadi motor konvoi bantuan, mengatakan kepada BBC aksi Israel sangat tidak seimbang.I srael mengatakan akan menyeret kapal-kapal tersebut ke pelabuhan Ashdod. Dari kota pelabuhan itu, mereka akan dideportasi.

Salah seorang menteri Israel Binyamin Ben-Eliezer menyatakan “kesedihan atas semua korban tewas”. Sebagian besar aktivis di kapal dalam konvoi itu warga Turki. “Turki mengutuk keras praktik tidak manusiawi Israel,” lapor AFP.

Di Turki, belasan pengunjuk rasa mencoba menyerbu konsulat Israel di Istanbul, sementara itu duta besar Israel dipanggil ke kementerian luar negeri Turki. Buntut agresi Israel tersebut, pemerintah Turki menarik duta besar (dubes) mereka dari Israel. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki seperti diberitakan kantor berita Reuters, Senin Pemerintah Turki juga mendesak adanya penyelidikan atas kejadian itu. Hal itu disampaikan Presiden Turki Abdullah Gul dalam statemennya. Gul juga menyerukan para pelaku penyerangan dihukum.

Penyerangan pasukan Israel terhadap kapal Mavi Marmara dan lima kapal lainnya yang ikut serta dalam konvoi Freedom Flotilla itu. Iring-iringan  kapal tersebut mengangkut 10.000 ton bantuan untuk Jalur Gaza dari berbagai negara, termasuk dari Turki, Indonesia, Malaysia, dalam upaya untuk menembus blokade Israel.

Sebanyak 12 orang WNI ikut dalam misi yang juga membawa 600 aktivis dari berbagai negara tersebut. (BBC/poskota/republika)