Israel menyerang kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menggelar rapat darurat untuk membahas masalah ini.

“Mereka telah membuat pernyataan yang mengutuk serangan Israel itu,” kata juru bicara Presiden bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Selasa 1 Juni 2010.

Serangan ini mengakibatkan 19 tewas dan 50 relawan lainnya luka-luka. Diantara korban luka terdapat satu warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan, 11 WNI lainnya kini ditahan.

Dino melanjutkan DK PBB juga meminta penyelidikan investigasi langsung tragedi itu. “Presiden (SBY) cukup puas usulannya dapat terealisir dengan keputusan dari Dewan Keamanan PBB ini,” kata dia

Pemerintah Indonesia, kata dia, juga meminta agar para relawan dan kapal-kapal yang ditahan Israel segera dibebaskan.

Dukungan lain juga datang dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. “Mereka setuju untuk mengadakan urgent debate dan membahas khusus serangan Israel terhadap kapal Marvi Marmara,” jelasnya.

Selain dorongan dari Indonesia, kata dia, debat ini pun disokong oleh Mesir dan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Nanti akan diadakan waktu Jenewa jam 3 sore, atau di sini 8-9 malam ini.” (Vivanews)